Jumat, 05 Juli 2013

Cinta Dalam Kebohongan

Aku pasti bisa move on
Aku juga pasti bisa untuk pergi
Tapi aku takkan bisa membohongi cintaku sendiri
Aku akan memberikan apa saja yang aku punya
Untuk mencoba kembali keatas hormat kembali kepada sang bendera
Raih segera tangan kanan, maka akan kulempar kau ke jurang bernama jurang kematian
Pacaran bukan permainan
Bukan juga permainan ToD yang hanya tentang kejujuran atau tantangan
Aku pikir aku sudah melupakan
Masa laluku yang begitu kelam
Ketika bohong dan selingkuh slalu yang diutamakan dan terlindung secara aman
Aku superman, aku tau semuanya yang kau sembunyikan
Ini bukan halnya kau sedang bermain ludruk
Kau juga bukan sedang berperan menjadi badut
Kau juga tidak sedang meliput litelatur tentang kantuk saat melewati jalan meliuk

Aku tau sekali kau ini seperti apa
Berbohong dan mendua segampang membalikkan telapak tangan
Seperti halnya seekor ayam yang sedang memakai celana komprang
Berpindah begitu gampang ke lain jamban dan tertawa terus kegelian
Kau hanya melihat api membakar hati lalu kau segera pergi
Bukan untuk mati melainkan untuk terus mencari
Mengoleksi pria yang lewat didepan mata kaki
Terlalu tinggi rasa cintamu sampai rasa bencimu
Kau minum sendiri saat berdiri didepan jendela
Kisah cinta yang slalu berada digaris kematian
Kau mungkin slalu  berdoa, namun aku berjanji Tuhan segera membuka pintu neraka
Berdiri dan hanya melihatmu sedang menangis dengan naik turunya alis
Kau tiba-tiba berada didepan hati
Memberi surat yang kau tulis saat terjadi fototaksis

Aku sangat tau kau merasa sangat menyesal
Sedari membaca surat yang tak begitu esensial
Menyepatkan mata saat terjadi banjir diJakarta
“Aku sangat merasa menyesal telah meninggalkanmu
Kumohon kembalilah padaku, aku sangat membutuhkanmu
Aku membutuhkan seseorang yang mengerti akan keadaanku
Keadaan yang seperti volkano bercampur dengan tornado yang terjadi di Kolorado
Aku sangat mencintai pinokio, untuk saat adaptor tolol yang ku bawa bersama aerosol
Aku  berjanji takkan aerobik hati lagi meski semua berafiksi
Lihat mata ini, beri aku kesempatan lagi, aku takkan pergi
Suatu saat, iya sekarang pun aku bersedia untuk menunjukkan gejala afektif yang timbul setelah birahi
Aku juga sudah tak peduli lagi  dengan omong kosongmu
Pergi saja dan bawa koper penuh kertas kisah cinta dalam kebohonganmu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar