Aku pasti bisa move on
Aku juga pasti bisa untuk pergi
Tapi aku takkan bisa membohongi
cintaku sendiri
Aku akan memberikan apa saja yang
aku punya
Untuk mencoba kembali keatas
hormat kembali kepada sang bendera
Raih segera tangan kanan, maka
akan kulempar kau ke jurang bernama jurang kematian
Pacaran bukan permainan
Bukan juga permainan ToD yang
hanya tentang kejujuran atau tantangan
Aku pikir aku sudah melupakan
Masa laluku yang begitu kelam
Ketika bohong dan selingkuh slalu
yang diutamakan dan terlindung secara aman
Aku superman, aku tau semuanya
yang kau sembunyikan
Ini bukan halnya kau sedang
bermain ludruk
Kau juga bukan sedang berperan
menjadi badut
Kau juga tidak sedang meliput
litelatur tentang kantuk saat melewati jalan meliuk
Aku tau sekali kau ini seperti
apa
Berbohong dan mendua segampang
membalikkan telapak tangan
Seperti halnya seekor ayam yang
sedang memakai celana komprang
Berpindah begitu gampang ke lain
jamban dan tertawa terus kegelian
Kau hanya melihat api membakar
hati lalu kau segera pergi
Bukan untuk mati melainkan untuk
terus mencari
Mengoleksi pria yang lewat
didepan mata kaki
Terlalu tinggi rasa cintamu
sampai rasa bencimu
Kau minum sendiri saat berdiri
didepan jendela
Kisah cinta yang slalu berada
digaris kematian
Kau mungkin slalu berdoa,
namun aku berjanji Tuhan segera membuka pintu neraka
Berdiri dan hanya melihatmu
sedang menangis dengan naik turunya alis
Kau tiba-tiba berada didepan hati
Memberi surat yang kau tulis saat
terjadi fototaksis
Aku sangat tau kau merasa sangat menyesal
Sedari membaca surat yang tak
begitu esensial
Menyepatkan mata saat terjadi
banjir diJakarta
“Aku sangat merasa menyesal telah
meninggalkanmu
Kumohon kembalilah padaku, aku
sangat membutuhkanmu
Aku membutuhkan seseorang yang
mengerti akan keadaanku
Keadaan yang seperti volkano
bercampur dengan tornado yang terjadi di Kolorado
Aku sangat mencintai pinokio,
untuk saat adaptor tolol yang ku bawa bersama aerosol
Aku berjanji takkan aerobik
hati lagi meski semua berafiksi
Lihat mata ini, beri aku kesempatan
lagi, aku takkan pergi
Suatu saat, iya sekarang pun aku
bersedia untuk menunjukkan gejala afektif yang timbul setelah birahi
Aku juga sudah tak peduli
lagi dengan omong kosongmu
Pergi saja dan bawa koper penuh
kertas kisah cinta dalam kebohonganmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar