Intro: Sayang,
tolong dengar
Aku benci mengatakan kata-kata yang menggetarkan
Aku tak bisa berpisah, ini terlalu menyakitkan
Maafkan aku, ini sudah keputusan.
Hook:
Menengok masa lalu yang begitu
indah saat kata-kata dari mulut tak bisa lagi untuk angkat bicara
Andai aku bisa langsung pergi
kemasa depan, aku akan mengingat semua itu dan berdiri terdepan
Mencoba menyembuhkan luka ini
tetapi, itu tidak pernah akan terjadi akibat 2 kutub yang slalu menarik
Jangan melihat yang sudah pergi
sisa dari perang rasa ini
Takkan kubiarkan luka ini akan
menghancurkan diri
Tapi aku merasa kehancuranlah
yang terus merayuku
Rasa rindu dan menyesal mulai
langsung menusukku
Banyak yang bilang hubungan kita
seperti hubungan busuk
Mereka hanya cacing yang tak bisa
menemukan si bungsu
Memang cinta kadang membuat hati
terasa sangat perih
Tapi bersabarlah waktu dan Tuhan
akan mengerti kita itu pasti
Sekarang yang bisa dilakukan
hanya berdoa kepada yang kuasa
Meski kita berbeda itu tak bisa
membuat kita untuk tutup mata
Tolong maafkan aku, keadaan
memaksaku, jangan menjauh dariku, hati takkan menjadi batu
Keadaan semakin tak menentu saat
penanam padi berubah jadi tak lugu seketika itu melarangku untuk berhubungan
denganmu
Cinta memang hanya sebatas
kata-kata, tapi kau yang memberi definisi lewat tulisan disecarik kertas
Andai aku bisa terus berdiri
diatas, maka aku akan bisa membalikkan file yang berada didalam berkas
Menunggu waktu yang tak pasti itu
sangat menyakitkan
Tanpa dirimu tubuh ini terasa
seperti feses itu sangat menyakinkan
Bertatapan bercerita dibangku
dari Bantur diantara papan catur
Pergi dengan ucapan perpisahan
termanis karna pendapat yang saling berbentur
Terus menunggu restu dari ayah
ibu, duduk sendiri tanpamu dibalik batu
Membayangkan kenangan masa lalu
yang lambat laun mulai melayu
Sadar bahwa untuk mendapatmu tak
segampang korupsi, namun perasaanku takkan bisa untuk mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar