Sabtu, 13 Juli 2013

Perang Rasa

Intro:        Sayang, tolong dengar
                Aku benci mengatakan kata-kata yang menggetarkan
                Aku tak bisa berpisah, ini terlalu menyakitkan
                Maafkan aku, ini sudah keputusan.
Hook:
Menengok masa lalu yang begitu indah saat kata-kata dari mulut tak bisa lagi untuk angkat bicara
Andai aku bisa langsung pergi kemasa depan, aku akan mengingat semua itu dan berdiri terdepan
Mencoba menyembuhkan luka ini tetapi, itu tidak pernah akan terjadi akibat 2 kutub yang slalu menarik
Jangan melihat yang sudah pergi sisa dari perang rasa ini
Takkan kubiarkan luka ini akan menghancurkan diri
Tapi aku merasa kehancuranlah yang terus merayuku
Rasa rindu dan menyesal mulai langsung menusukku
Banyak yang bilang hubungan kita seperti hubungan busuk
Mereka hanya cacing yang tak bisa menemukan si bungsu
Memang cinta kadang membuat hati terasa sangat perih
Tapi bersabarlah waktu dan Tuhan akan mengerti kita itu pasti
Sekarang yang bisa dilakukan hanya berdoa kepada yang kuasa
Meski kita berbeda itu tak bisa membuat kita untuk tutup mata

Tolong maafkan aku, keadaan memaksaku, jangan menjauh dariku, hati takkan menjadi batu
Keadaan semakin tak menentu saat penanam padi berubah jadi tak lugu seketika itu melarangku untuk berhubungan denganmu
Cinta memang hanya sebatas kata-kata, tapi kau yang memberi definisi lewat tulisan disecarik kertas
Andai aku bisa terus berdiri diatas, maka aku akan bisa membalikkan file yang berada didalam berkas
Menunggu waktu yang tak pasti itu sangat menyakitkan
Tanpa dirimu tubuh ini terasa seperti feses itu sangat menyakinkan
Bertatapan bercerita dibangku dari Bantur diantara papan catur
Pergi dengan ucapan perpisahan termanis karna pendapat yang saling berbentur
Terus menunggu restu dari ayah ibu, duduk sendiri tanpamu dibalik batu
Membayangkan kenangan masa lalu yang lambat laun mulai melayu
Sadar bahwa untuk mendapatmu tak segampang korupsi, namun perasaanku takkan bisa untuk mati


Tidak ada komentar:

Posting Komentar